Kesadaran Masyarakat Terkait Kesehatan Mental
Kesehatan mental dipengaruhi oleh peristiwa dalam kehidupan yang meninggalkan dampak yang besar pada kepribadian dan perilaku seseorang. Peristiwa-peristiwa tersebut dapat berupa kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan anak, atau stres berat jangka panjang. Jika kesehatan mental terganggu, maka timbul gangguan mental atau penyakit mental. Gangguan mental dapat mengubah cara seseorang dalam menangani stres, berhubungan dengan orang lain, membuat pilihan, dan memicu hasrat untuk menyakiti diri sendiri
Tidak hanya orang dewasa saja yang dapat mengalami gangguan mental. Remaja, anak-anak bahkan bayi pun dapat mengalami hal tersebut.
Namun sayangnya penanganan dari gangguan mental sendiri seringkali dianggap sepele, ditambah sterotipe jika pergi ke rumah sakit jiwa atau psikiater berarti gila. Gangguan mental tak hanya sebatas gila dan depresi saja, sebut saja perilaku narsistik atau sering kita dengar sebagai narsis. Perilaku ini menyebabkan penderitanya merasa menjadi pusat alam semesta, memiliki pencapaian yang luar biasa ketimbang orang lain dan bangga secara berlebihan pada dirinya. Efek negatif dari narsistik seperti rendahnya empati, mudah tersinggung, bahkan kecenderungan untuk melukai orang lain jika hal yang dipercayainya tak sesuai dengan kenyataan. Selain itu, pengobatan yang tergolong sulit didapat menyebabkan tarif untuk sekali check up di psikiater bisa mencapai 500 ribu.
Untuk menghindari dampak negatif tersebut, butuh adanya sosialisasi agar tumbuhnya kesadaran masyarakat terkait kesehatan mental sehingga penanganan pada penderita gangguan mental dapat cepat teratasi. Peningkatan jumlah ketenaga kerjaan di bidang ini juga perlu dilakukan, mengingat gaya serta tekanan hidup yang makin berat hari ke hari. Selain itu, dengan rajin menulis diari nyatanya membawa pengaruh yang besar dalam mengurangi stress sehingga emosi negati dapat tersalurkan dengan cara positif.
Jadikan hati kita selalu damai agar kita bisa membahagiakan diri kita sendiri serta membahagiakan sesama. Dengan jiwa yang damai, pikiran yang tenang, dan hati yang senang kita dapat dengan ikhlas dan sungguh-sungguh dalam membantu sesama.
Sumber:
https://www.alodokter.com/kesehatan-mental
https://satupersen.net/blog/kenapa-kesehatan-mental-penting
https://www.halodoc.com/artikel/12-ciri-pengidap-gangguan-kepribadian-narsistik

Komentar
Posting Komentar